Cegah Stunting dan Pernikahan Anak, Fatayat NU Takalar Audience Dengan Kemenag, Dinas KB dan DPRD Takalar

Takalar-SN. Dalam upaya pencegahan stunting dan pernikahan anak, Pengurus Fayatat NU Takalar melaksanakan audience dengan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan perempuan (PP) dan Perlindungan Anak (PA), Kepala Kementerian Agama dan DPRD Takalar, Kamis (24/10/2019).

Menurut ketua Fatayat NU Takalar Attahiria Nas, audience ini digelar mengingat penderita stunting Kabupaten Takalar masuk dalam urutan ke 10 di Sulsel.

Hal serupa juga dibenarkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, PP dan PA yang juga Pelaksana Tugas Kadis Kesehatan, dr Nilal Fauziah. menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki, Takalar berada di angka 44 % penderita stunting.

Attahiria menambahkan, Pencegahan stunting merupakan salah satu program kerja Fatayat NU, mulai dari Pimpinan Pusat (PP) hingga Pimpinan Anak Ranting.

“Hal inilah yang menggerakkan kami dari Fatayat NU, untuk turut mengambil andil dalam pencegahan stunting di Takalar dengan cara melakukan Sosialisasi ke berbagai tempat”, jelas Attahiria.

Sosialisasi yang dilakukan Fatayat ini akan dilakukan di sekolah sekolah, majelis taklim hingga masyarakat di tingkat desa/Kelurahan. Rencananya kegiatan sosialisasi ini juga bekerjasama dengan KNPI Takalar.

Selain pencegahan stunting, fakta lain yang mengejutkan adalah Takalar masuk dalam urutan ke 5 di Sulsel, sebagai kabupaten dengan angka perkawinan Anak. Untuk isu ini, Fatayat melakukan audience dengan kepala kantor kementerian agama (Kemenag) Takalar, H.Junaidi Mattu.

Pada kesempatan itu, Junaidi Mattu menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Fatayat NU ini. Hanya saja pihaknya tidak memiliki data perkawinan usia anak, karena KUA tidak akan memproses pernikahan Anak dibawah umur.

“Jika ada anak menikah di bawah usia perkawinan, maka anak tersebut dinikahkan oleh orang tua atau walinya, dan tidak tercatat di Kantor urusan Agama (KUA)”, jelas Junaidi Mattu.

Resikonya, menurut Junaidi Mattu jika ada anak yang sudah melakukan perkawinan, dan ingin mendapatkan buku nikah, maka anak tersebut harus sampai usia minimal yang diperbolehkan undang-undang untuk menikah, dan harus melalui pengadilan agama yang disebut isbath Bagi yang sudah memiliki anak. Sedangkan yang belum memiliki anak, cukup dinikahkan kembali.

Terakhir, Fatayat NU Takalar melaksanakan audience dengan Ketua DPRD Takalar Muh.Darwis Sijaya, yang didampingi anggota DPRD Ahmad Jaiz. Kunjungan ini untuk mendapatkan dukungan terhadap dua program tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Muh.Darwis Sijaya berjanji untuk memberikan dukungan, dengan berupaya mengkomunikasikan dengan dinas terkait, yang programnya bisa dikerjasamakan dengan Fatayat NU Takalar.
(Dh)

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *